AbstrakStaphylococcus aureusmerupakan patogen yang dapat menyebabkan berbagai infeksi sekunder seperti infeksi pada kulit dan jaringan lunak di rongga mulut. Penanganan akibat infeksiS. aureusbiasanya menggunakan antibiotik, tetapi penggunaan antibiotik berlebihan menyebabkan perubahan ekologirongga mulut. Daun Tin (Ficus carica) yang diekstrak dibuat dalam sedian hidrogel dan dapat dijadikan obat karena memiliki kandungan senyawa aktif yang dapat menghambat dan membunuh bakteri dan berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) formula hidrogel ekstrak daun Tin (Ficus carica) terhadap pertumbuhanStaphylococcus aureus.Daun Tin (Ficus carica) diekstraksi dengan metode maserasi, selanjutnya dilakukan uji konsentrasi hambat dan bunuh minimum dengan metode dilusi.Berdasarkan hasil ujiKruskal-Wallisdiperoleh nilai P = 0,76 (P0,05) yang menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan terhadap pertumbuhanS. aureus.Hasil perlakuan menunjukan nilai tertinggi sampai terendah yaitu kontrol negatif, 5%, 25%, 50% dan kontrol positif.Kesimpulan penelitian ini didapatkankonsentrasi formula hidrogel ekstrak daun Tin (Ficus carica) dalam menghambatS. aureusadalah pada konsentrasi 5%, dan pada konsentrasi 50% tidak menunjukan hasil uji yang sama seperti kontrol positif.Kata Kunci :Staphylococcus aureus, Daun Tin (Ficus carica), KonsentrasiHambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum
Copyrights © 2021