Menopause biasanya terjadi pada perempuan ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan atau lebih dan biasanya dijumpai pada usia 50 tahun ke atas. Salah satu gejala dari menopause adalah terjadinya osteoporosis yang disebabkan adanya penurunan kadar estrogen. Penurunan kadar estrogen berhubungan dengan peningkatan produksi sitokin yang dapat menstimulasi osteoklas yang meresorpsi tulang alveolar sehingga dapat terjadi kehilangan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kehilangan gigi pada pasien paska menopause yang beresiko osteoporosis di RSGM Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini sebanyak 37 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling selama 1 bulan. Data diperoleh dari wawancara dan pemeriksaan klinis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa subjek dengan resiko tinggi osteoporosis sebesar 5,4%, resiko sedang osteoporosis 37,8% dan resiko rendah osteoporosis 56,8%. Kehilangan gigi terbanyak pada pasien paska menopause yang beresiko osteoporosis adalah pada kategori kehilangan 12 gigi sebesar 51,4% dan pada regio posterior sebanyak 54,1%. Disimpulkan bahwa kehilangan gigi terbanyak pada pasien yang beresiko osteoporosis paska menopause terdapat pada kategori 12 gigi dan regio posterior.Kata kunci: kadar estrogen, kehilangan gigi, menstruasi, osteoporosis, paska menopause
Copyrights © 2021