Penelitian ini menganalisis pendekatan kontekstualisasi dalam pelayanan gereja di Mamasa, Sulawesi Barat, untuk menjawab kesenjangan antara praktik gerejawi dan realitas sosial-budaya lokal yang dipengaruhi oleh kepercayaan Aluk Tomatua dan konsep Dewata. Menggunakan metode studi literatur kualitatif dengan analisis isi terhadap buku, jurnal teologi, dan studi kasus gereja, penelitian ini menemukan bahwa kontekstualisasi melalui inkulturasi liturgi, dialog dengan kearifan lokal, dan diakonia transformatif memperkuat relevansi sosial gereja tanpa mengabaikan identitas teologisnya. Pendekatan ini memungkinkan gereja menjadi agen perdamaian dan harmoni di tengah pluralisme Mamasa. Penelitian merekomendasikan penguatan pendidikan teologi kontekstual dan strategi pelayanan partisipatif berbasis komunitas lokal.
Copyrights © 2025