Valuasi saham pada penelitian ini dilakukan pada PT Adaro Energy Tbk (ADRO) periode 2019-2023 menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) dan Dividend Discount Model (DDM) untuk menentukan nilai intrinsik saham. Data sekunder diolah untuk menghitung nilai wajar saham menggunakan kedua metode, yang kemudian dibandingkan dengan harga pasar untuk mengidentifikasi potensi undervalued atau overvalued. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai intrinsik yang dihasilkan oleh kedua metode. DCF menunjukkan fluktuasi nilai intrinsik, sementara DDM cenderung lebih konsisten dalam mengidentifikasi saham ADRO sebagai undervalued pada periode 2021-2023. Perbandingan akurasi menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) menunjukkan bahwa metode DDM (RMSE = 1.723,21) lebih akurat dibandingkan DCF (RMSE = 3.580,41) dalam mengestimasi nilai wajar saham ADRO. Kesimpulannya, DDM lebih efektif digunakan dalam penilaian saham ADRO untuk pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini memberikan wawasan bagi investor tentang penerapan metode valuasi dan perbandingan akurasinya dalam konteks saham energi di Indonesia.
Copyrights © 2025