Kasus diare di Kota Prabumulih pada tahun 2019 sebanyak 4.471 kasus, dimana kasus tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 15,66% kasus (Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan, 2021). Masih minimnya penduduk yang menghuni rumah sehat, jamban sehat dan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang benar dalam kehidupan sehari hari masih menjadi salah satu penyebab adanya kejadian diare (Margarethy, Suryaningtyas and Yahya, 2020). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara sanitasi total dengan terjadinya diare pada balita. Jenis penelitian ini cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga yang menggunakan sumur gali sebagai sumber air bersih di Kelurahan Tanjung Raman sebanyak 669 KK, pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling sebanyak 87 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesinoer. Hasil penelitian ini adalah kondisi sanitasi total di Kelurahan Tanjung Raman Kota Prabumulih memenuhi syarat sebanyak 79,60% dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 20,40 %. Ada hubungan antara sumber air minum (p=0,0001) dan tidak ada hubungan antara kondisi jamban (p=0,263), pengelolaan sampah (p=0,105), pengelolaan limbah (p=0,179 dengan terjadinya diare pada balita. Saran bagi masyarakat agar meningkatkan sanitasi total menjadi lebih baik agar tidak menjadi sumber/perantara diare misalnya dapat dilakukan dengan cara tidak buang air besar (BAB) sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah dan limbah cair rumah tangga dengan benar serta untuk instansi terkait agar melakukan penyuluhan-penyuluhan atau pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan sanitasi total dan perilaku ibu dalam merawat anaknya.
Copyrights © 2024