Abstrak: Kekerasan Berbasis Gender (KBG) sebagai kekerasan langsung pada seseorang yang didasarkan atas gendernya. Bentuk perilaku tersebut meliputi kekerasan fisik, seksual, mental, pemaksaan, ancaman, ataupun perbuatan yang membatasi kebebasan seseorang berkaitan dengan gendernya. Peningkatan KBG hampir 50% di tahun 2022, sebanyak 338.496 pengaduan kasus kekerasan berbasis gender pada tahun 2021. Bahwa 1 dari 3 wanita pernah mengalami kekerasan fisik/seksual. Supaya kasus KBG tidak bertambah drastis, dibutuhkan pengenalan dan pemahaman bentuk kekerasan dan cara pencegahannya, salahsatunya dengan pemberian edukasi pada kelompok rentan/labil seperti remaja. Tujuan dari pelaksanaan edukasi pencegahan kekerasan berbasis gender yaitu agar siswa memiliki bekal yang baik terkait hal tersebut. Manfaat yang bisa didapatkan siswa yaitu mendapatkan bekal informasi yang baik dan bisa mensikapi dengan baik terkait dengan kekerasan berbasis gender, serta bisa meemberikan informasi tersebut kepada orang lain. Jumlah siswa yang menajdi sasaran pengabdian yaitu 23 siswa. Metode yang digunakan yanitu eduaksi interaktif dengan media audio visual aids/AVA. Sebelum dilakukan edukasi tingkat pengetahuan tentang pencegahan dalam kategori baik yaitu 70 persen dari 23 siswa, dan meningkat menjadi 87 persen setelah edukasi. Jadi edukasi kekerasan berbasis gender bisa meningkatkan pengetahuan sebesar 17 persen. Abstract: Gender-Based Violence (GBV) is direct violence against a person based on their gender. This behavior includes physical, sexual, and mental violence, coercion, threats, or actions that limit a person's freedom related to their gender. GBV cases increased by almost 50% in 2022, with 338,496 complaints of gender-based violence cases in 2021. One in three women has experienced physical/sexual violence. To prevent a drastic increase in GBV cases, it is necessary to recognize and understand the forms of violence and how to prevent them, one of which is by providing education to vulnerable/unstable groups such as adolescents. The purpose of implementing gender-based violence prevention education is to provide students with good provisions regarding this matter. The benefits that students can get are getting good information and being able to respond appropriately to gender-based violence, and being able to share this information with others. The number of students who are the target of community service is 23 students. The method used is interactive education with audio-visual aids/AVA media. Before the education, 70 percent of 23 students had good knowledge about prevention, which increased to 87 percent after the education. Therefore, gender-based violence education can increase knowledge by 17 percent.
Copyrights © 2025