Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, merupakan kawasan tambang minyak tradisional yang telah beroperasi sejak masa kolonial dan hingga kini masih menggunakan metode manual yang berpotensi menimbulkan pencemaran tanah. Pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi karantina tanaman dan pemberian bibit pohon sebagai upaya awal rehabilitasi lahan tercemar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan observasi, koordinasi dengan pemerintah desa, pembuatan media tanam organik berbahan pupuk kandang dan sekam padi, serta sosialisasi materi kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 1 Agustus 2025 dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) dan warga setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya karantina tanaman dan teknik replanting, serta memotivasi partisipasi dalam pemulihan lahan secara mandiri. Kendala utama adalah keterbatasan waktu pelaksanaan yang membatasi pendalaman materi dan praktik langsung. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran lingkungan dan menjadi langkah awal menuju rehabilitasi lahan yang berkelanjutan di Desa Wonocolo.
Copyrights © 2025