Produktivitas pertanian di Desa Widarapayung Kulon, Cilacap, cenderung stagnan akibat ketergantungan pada pupuk kimia dan metode irigasi konvensional yang tidak efisien, serta terbatasnya pengetahuan petani mengenai praktik berkelanjutan. Menjawab permasalahan tersebut, dilaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani melalui pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis limbah lokal dan penerapan sistem irigasi tetes sederhana. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan 32 petani, dengan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dibuktikan dengan kenaikan skor rata-rata post-test sebesar 50,5% (dari 54,2 menjadi 81,6). Selain itu, pelatihan berhasil menumbuhkan motivasi dan komitmen petani untuk mengadopsi kedua teknologi tersebut. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa pengenalan teknologi tepat guna yang murah dan ramah lingkungan secara efektif meningkatkan kemandirian petani dan memberikan solusi nyata untuk konservasi sumber daya air dan tanah, serta mendukung pertanian berkelanjutan di tingkat lokal.
Copyrights © 2025