Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, merupakan daerah penghasil jagung dengan potensi limbah bonggol jagung yang melimpah. Bonggol jagung yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat menjadi media tumbuh jamur janggel yang bernilai gizi tinggi. Permasalahan yang dihadapi adalah jamur janggel memiliki masa simpan yang singkat sehingga perlu segera diolah agar bernilai jual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan keterampilan pengolahan jamur janggel menjadi sambel sebagai pendamping nasi gulung khas Wonocolo, sehingga meningkatkan nilai tambah produk, memperpanjang umur simpan, dan membuka peluang usaha baru. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung (learning by doing) yang diikuti oleh 20 peserta dari pelaku UMKM dan warga setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan produk sambel jamur janggel dengan cita rasa khas, kemasan menarik, dan potensi pemasaran yang baik. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan limbah pertanian dan keterbatasan masa simpan jamur janggel, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini penting sebagai model pemanfaatan sumber daya daerah yang berkelanjutan dan inspiratif bagi wilayah lain.
Copyrights © 2025