Masyarakat Desa Kemadohbatur sudah menanamkan sikap toleransi sejak zaman dahulu, mereka hidup berdampingan di tengah perbedaan agama dengan mengedepankan sikap menghargai dan menghormati, sehingga terbentuknya kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Artikel ini bertujuan unuk meneliti tentang bagaimana model toleransi umat agama Katolik dan Islam di Desa Kemadohbatur Kecamatang Tawanghajo Kabupaten Grobogan dalam hidup berdampingan di tengah perbedaan agama. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Kualitatif dan menggunakan pendekatan Fenomenologi. Data dari penelitian ini diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan kepala desa, tokoh agama dari masing-masing agama, dan beberapa warga yang memiliki peran penting dalam terbentuknya toleransi antar umat beragama di Desa Kemadohbatur. Hasil dari riset ini menemukan beberapa model toleransi yang dilakukan oleh masyarakat yaitu, ikut sertanya umat Kristiani dalam acara halalbihalal yang dilakukan oleh umat Islam, Umat Islam ikut mengiringi musik dalam acara Natal, sikap sosial yang tinggi dari kedua umat beragama dan sikap kebersamaan dari kedua umat beragama. Adanya model toleransi yang unik yang dilakukan oleh dua agama yang berbeda sehingga penelitian ini menjadi menarik dan menjadi kajian baru.
Copyrights © 2023