Transformasi digital dalam manajemen sumber daya manusia menghadirkan tantangan baru terkait etika dan privasi, khususnya melalui implementasi sistem presensi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Global Positioning System (GPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implikasi etis dan privasi dari penggunaan sistem tersebut dalam lingkungan kerja. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara ahli, dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem presensi AI dan GPS berpotensi meningkatkan efisiensi administratif, namun juga menimbulkan risiko pelanggaran privasi, bias algoritmik, dan pengawasan berlebihan yang dapat menurunkan motivasi serta kepercayaan karyawan. Regulasi seperti GDPR dan UU PDP menuntut transparansi, batasan akses, dan akuntabilitas dalam pengelolaan data pribadi. Oleh karena itu, penerapan sistem ini harus disertai kebijakan internal yang komprehensif, pelatihan keamanan data, serta pendekatan partisipatif untuk membangun kepercayaan. Studi ini menekankan pentingnya tata kelola HR Tech yang etis dan berkelanjutan, yang tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga menghormati hak-hak dasar karyawan di era digital.
Copyrights © 2025