Indonesia adalah negara berkembang yang mengekspor kopi terbesar di dunia sehingga sangat perlu dikaji kandungan metabolit skunder yang terdapat di dalamnya, khususnya kopi arabika. Sampel bubuk kopi yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Takengon. Takengon adalah ibu kota Aceh tengah penghasil kopi arabika. Penduduk takengon pada umumnya menikmati bubuk kopi yang mereka olah sendiri secara tradisional. Penelitian ini melaporkan hasil uji skrining pada ekstrak etanol bubuk kopi Aceh Tengah yang di olah secara tradisional. Uji fitokimia yang dilakukan diantaranya uji alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid. Hasil skrining menunjukkan semua senyawa metabolit yang diuji terkandung di dalam ekstrak bubuk kopi arabika. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi studi awal penentuan uji aktivitas antioksidan bubuk kopi khas Takengon.
Copyrights © 2025