Latar belakang: komplikasi dari hipertensi juga merupakan faktor yang menyebabkan kecemasan pada pasien. Upaya yang dapat dilakukan yaitu menggunakan terapi farmakologi dan non farmakolgi. Terapi farmakologi menggunakan obat-obatan sedangkan terapi non farmakologi tanpa obat-obatan seperti relaksasi nafas dalam maupun pijat refleksi kaki. Tujuan: menganalisis perbedaan pijat refleksi kaki dan relaksasi nafas dalam terhadap tingkat kecemasan pada penderita hipertensi. Metode: Desain rancangan yang digunakan adalah two group pretest posttest without control group design. Sampel dalam penelitian pada masing-masing kelompok 17 responden untuk kelompok relaksasi nafas dalam dan 17 responden untuk kelompok pijat refleksi. Teknik dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive random sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Kemayoran. Analisis yang digunakan adalah Man Whitney. Hasil: tingkat kecemasan sebelum intervensi relaksasi nafas dalam dengan rata-rata 15,53 dan sesudah intervensi dengan rata-rata 11,47. Tingkat kecemasan sebelum intervensi pijat kaki refleksi dengan rata-rata 16,06 dan sesudah intervensi dengan rata-rata 8,76. Kesimpulan: ada perbedaan pijat refleksi kaki dan relaksasi nafas dalam terhadap tingkat kecemasan pada penderita hipertensi dengan p value sebesar 0,028.
Copyrights © 2025