Laporan keuangan adalah salah satu hal yang perlu dibuat oleh sebuah organisasi. Begitu juga organisasi nirlaba, namun organisasi nirlaba memiliki cara tersendiri untuk menyajikan laporan keuangan. Maka perlu proses harmonisasi pelaporan keuangan nirlaba. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja alasan yang mengharuskan organisasi nirlaba melakukan proses harmonisasi, selain itu artikel ini juga menjelaskan tentang hambatan apa saja yang memperlambat proses harmonisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan menjabarkan permasalah yang diangkat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Harmonisasi pelaporan keuangan pada organisasi nirlaba penting untuk memenuhi kebutuhan pihak yang memberikan sumber daya dan menyajikan informasi yang relevan tentang aset, kewajiban, ekuitas, dan arus kas. Namun, perbedaan tujuan organisasi menyebabkan perbedaan dalam penggunaan dan isi laporan keuangan. Harmonisasi menghadapi hambatan seperti perbedaan standar akuntansi, masalah keuangan, dan budaya organisasi. Adapaun hambatan proses harmonisasi dikarenakan Organisasi nirlaba, termasuk sekolah, organisasi dengan nilai budaya Tri Hita Karana, dan masjid, kesulitan dalam menyusun laporan keuangan karena kurangnya sumber daya manusia yang ahli dan pemahaman tentang standar akuntansi. Sebagai contoh, Masjid di kota Banda belum menerapkan PSAK 45 karena kurangnya sumber daya manusia yang ahli dan waktu yang terbatas.
Copyrights © 2023