Latar belakang tulisan ini adalah berangkat dari realitas dimana agama dipahami secara berlebihan. Satu sisi sangat menyembah teks dan sisi lain meninggalkan teks sama sekali dengan dalih pembaharuan. Agaknya, dari kedua pemahaman ini, bukannya memberikan solusi malah memberikan masalah baru dalam realitas umat muslim. Dimana pemahaman kedua kutub ini menjadikan subjeknya minimal berada dalam sikap intoleran. Lebih jauh lagi, kasus terorisme dan ekstrimisme berangkat dari salah satu diantara kedua pemahaman ini. Tulisan ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan library research. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa kulliyah al-khams dalam pandangan Jasser Audah memberikan porsi yang banyak terhadap nilai kemanusiaan. Hal ini demi terwujudnya sebuah masyarakat yang harmoni dan bebas dari segala macam konflik.
Copyrights © 2024