MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Vol 6 No 2 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual

Saso Kapyaf Sebagai Salah Satu Bentuk Permainan Tradisional Yang Mendidik Ketrampilan Mansonanem Anak Dalam Tradisi Masyarakat Suku Biak : Saso Kapyaf as a form of traditional game that educates children's mansonanem skills in the tradition of the Biak tribe community

Swom, Hermanus (Unknown)
Kmur, Lukius (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2025

Abstract

Konsep dasar permainan tradisional tidak terlepas dari dunia permainan anak, karena itu apabila permainan itu dilakukan dengan baik dan dengan konsep edukasi yang benar, maka permainan itu bermakna bagi anak. Keberagaman budaya dan permainan tradisional di Indonesia sangat beragam dan itu merupakan kultur budaya yang ada di masyarakat Indonesia yang perlu dilestarikan karena berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga merupakan sarana internalisasi dan sosialisasi diri bagi anak dalam mengembangkan motorik dan berbagai ketrampilan dasar anak. Permainan tradisional ini sarat juga dengan nilai-nilai soisial dan penting bagi perkembangan fisik maupun jiwa anak-anak yang dibangun berdasarkan permainan tradisional Masyarakat Indonesia. Perkembangan teknologi informasi saat ini telah menyediakan game online yang menarik perhatian anak dari permainan tradisional yang dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Pada hal permainan tradisional ini merupakan bentuk permainan yang ikut mengedukasi anak dalam dunia pertumbuhannya. Sebagai warisan budaya bangsa, permainan tradisional ini dilestarikan maka juga memperkaya budaya bangsa dan diperkenalkan kepada anak-anak dilembaga pendidikan formal maupun informal sejak usia dini. Beragam permainan tradisional mengarahkan anak berkembang secara fisik maupun mental, sosial dan emosi, tak mudah menyerah, bereksplorasi, bereksperimen, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Dengan demikian permainan Saso Kapyaf merupakan permainan tradisional masyarakat suku Biak yang perlu dilestarikan sebab memiliki nilai sosial dan mengedukasi anak-anak laki untuk melatih kreativitas, melatih kebersamaan, melatih sportifitas, bersosialisasi dengan teman baru, melatih motorik, dan membina hidup sehat. Semua kemampuan ini adalah jenjang yang mengedukasi seorang anak Biak dalam ketrampilan khusus budaya Biak yang sering disebut Mansonanem dan Mambri. Mansonanem yaitu memiliki kemampuan keguruan dan kepemimpinan dalam masyarakat, sedangkan Mambri yaitu memiliki kemampuan untuk membela dan melindungi masyarakat kampung.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jmp

Publisher

Subject

Religion Humanities Social Sciences

Description

urnal Papua Teologi Kontekstual merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI I.S.Kijne sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah yang merupakan kajian Sosial-Budaya, Pendidikan (Pendidikan secara umum dan Pendidikan Kristen secara khusus), dan ...