AbstractGayo cultural diversity and the development of geometry concepts as a branch of mathematics can be collaborated through ethnomathematics. This research aims to see and study Kerawang Gayo's work in geometry. This study uses a qualitative approach to ethnography. The research was carried out in the city of Takengon, with the subject of the study being Kerawang Gayo's carving. The instruments used are non-test instruments such as interviews and observation sheets. The data analysis technique in this study goes through several processes, namely: a) data collection; b) reduction; c) presentation of fan data; and d) drawing conclusions. The results of the study showed that there were several motifs found, namely Upuh Ulen-Ulen, Pucuk Rebung, Mata Itik, Leladu, Tulen Ikan, Seisrung, Puter Tali, Gegaping, panah, motif peger, and rante. The motif contains geometric elements such as rectangles, rhombuses, circles, triangles, ellipticals, and straight lines. AbstrakKeanekaragaman budaya Gayo dan perkembangan konsep geometri sebagai cabang ilmu dari matematika dapat dikolaborasi melalui etnomatematika. Penelitian ini bertujuaan untuk melihat dan menelaah kerawang Gayo pada Geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan etnografi. Penelitian dilaksanakan di kota Takengon dengan subjek penelitian adalah ukiran kerawang gayo. Instrumen yang digunakan adalah instrumen non tes seperti wawancara, dan lembar observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini melewati beberapa proses yaitu: a) pengumpulan data; b) reduksi; c) penyajian data fan d) penarikan kesimpulan. Diperoleh hasil penelitian bahwa terdapat bebrapa motif yang ditemukan yaitu Upuh Ulen-Ulen, Pucuk Rebung, Mata Itik, Leladu, Tulen Ikan, Seisrung, Puter Tali, Gegaping, panah, motif peger dan rante. Motif tersebut memuat unsur geometri seperti persegi panjang, belah ketupat, lingkaran, segitiga, elips dan garis lurus.
Copyrights © 2024