World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 melaporkan hampir 6 juta anak balita meninggal dunia, 16% dari jumlah tersebut disebabkan oleh pneumonia sebagai pembunuh balita nomor satu di dunia. Berdasarkan data badan PBB untuk anak-anak (UNICEF), di tahun yang sama terdapat kurang dari 14 persen dari 147.000 anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia meninggal karena pneumonia. Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan peneliti lebih dari 60% dari 30 sampel keluarga tersebut tidak mengetahui istilah tentang penyakit dan upaya pencegahan pneumonia. Kegiatan penyuluhan kesehatan di Kelurahan Sukamakmur seperti penyuluhan tentang ISPA, diare, TBC, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sudah pernah dilakukan, namun dalam hal pelaksanaan penyuluhan ini cara penyampaian informasi kepada ibu hanya terjadi saat petugas kesehatan memeriksa dan memberi obat/vitamin di Posyandu atau Puskesmas. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian one group pretest posttest eksperimen. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang. Teknik sampel total sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 responden. Instrument yang digunakan kuesioner dan media video. Setelah dilakukan uji F untuk mengetahui homogenitas varian data skor awal pada kelompok eksperimen dan kontrol maka diperoleh hasil bahwa nilai p=0,823. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap pengetahuan keluarga dalam upaya pencegahan pneumonia di kelurahan sukamakmur dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video dapat meningkatkan pengetahuan keluarga.
Copyrights © 2024