Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang mempengaruhi status merokok seseorang. Adapun variabel independent yang digunakan adalah jenis kelamin, status bekerja, status perkawinan, umur dan rata-rata lama sekolah. Data yang digunakan berasal dari Indonesian Family Life Surveys (IFLS) tahun 2014. Metode analisis yang digunakan adalah regresi binomial/ binary logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keputusan seseorang merokok. Secara parsial umur, status bekerja, status menikah, dan jenis kelamin berpengaruh positif terhadap keputusan seseorang untuk merokok. Hal ini berarti semakin tinggi umur, seseorang yang bekerja, berstatus menikah dan laki-laki memiliki peluang yang lebih besar untuk merokok dibandingkan umur yang lebih muda, belum/ tidak menikah dan perempuan. Di sisi lain rata-rata lama sekolah berpengaruh signifikan negatif terhadap merokok artinya semakin tinggi Pendidikan peluang merokok semakijn rendah. Oleh karena itu dibutuhkan regulasi yang tepat sasaran baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia.
Copyrights © 2023