Gigi permanen muda dapat mengalami kematian pulpa sehingga pertumbuhan akar terhenti, apeks masihterbuka, dan saluran akar lebih lebar di bagian apeks dibanding dengan daerah serviks. Perawatan apeksifikasibertujuan untuk merangsang proses pembentukan apeks gigi dengan membentuk suatu jaringan keras pada apeksgigi tersebut. Penulisan artikel ini bertujuan melaporkan kasus perawatan pada pasien anak usia 12 tahun yangmengalami nekrose pada gigi 22 dengan apeks yang masih terbuka. Perawatan yang dilakukan adalahapeksifikasi menggunakan bahan pasta kalsium hidroksid.Hasil radiografi periapikal 2 bulan pasca apeksifikasi, tampak ujung akar sudah mulai terkalsifikasi yangditandai dengan adanya bercak radiopak namun masih terdapat area radiolusen pada ujung akar. Lima bulanpasca apeksifikasi, pada radiograf tampak ujung akar sudah menutup (terkalsifikasi) yang ditandai denganadanya gambaran radiopak pada ujung akar dengan bentuk blunderbuss. Perawatan saluran akar dan penumpatandilakukan kemudian. Evaluasi dengan radiograf 12 bulan pasca apeksifikasi menunjukkan kondisi ujung akaryang baik (radiopak) dan tidak ada area radiolusen pada periapikal yang merupakan tanda patologis.Perawatan apeksifikasi menggunakan pasta kalsium hidroksid pada kasus ini menunjukkan keberhasilandalam penutupan ujung akar setelah 5 bulan. Evaluasi 12 bulan kemudian menunjukkan kondisi ujung akar yangbaik tanpa ada tanda-tanda patologis.
Copyrights © 2014