Manajemen sistem secara manual terbukti menjadi tugas yang melelahkan dan tidak efisien di era teknologi yang terus berkembang. Tugas-tugas administratif seperti pembaruan sistem, pembaruan perangkat lunak, pengaturan konfigurasi semua dilakukan dengan tenaga manusia. Tugas tersebut menghabiskan waktu jika dilakukan secara berulang-ulang dan menghabiskan tenaga. Selain itu, manajemen sistem secara manual juga rentan terhadap kesalahan manusia dimana setiap perubahan dalam sistem harus dilakukan secara konsisten dan terdokumentasi. Dalam hal ini Laboratorium Jurusan Teknik Informatika dan Komputer masih mengadopsi cara tersebut. Laboratorium JTIK pada umumnya digunakan untuk keperluan praktikum dan pembelajaran mahasiswa. Untuk menjaga kualitas dari pembelajaran dalam laboratorium, dibutuhkan sebuah sistem pendukung yang dapat melakukan otomatisasi pada tugas tersebut. Sistem Configuration Management yang dibangun akan menggunakan Ansible dan Telegram untuk automasi laboratorium komputer di JTIK. Hasil pengujian menunjukkan beberapa metode konfigurasi otomatis dengan Ansible memberikan waktu yang lebih singkat dalam menyelesaikan tugas-tugas secara efisien dibandingkan metode konfigurasi manual. Metode konfigurasi otomatis lebih efisien dalam penggunaan sumber daya CPU dengan rata-rata 6,25% dibandingkan konfigurasi manual dengan rata-rata 15,67%. Namun, konfigurasi manual lebih efisien dalam penggunaan sumber daya memory dengan rata-rata ketersediaan memory konfigurasi manual sebesar 3522 MB, sedangkan konfigurasi otomatis sebesar 3478 MB. Dalam keseluruhan hasil, implementasi CM dengan Ansible dan Telegram berhasil meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam pengelolaan laboratorium komputer di JTIK.
Copyrights © 2024