Excavator Komatsu HB 365-1 merupakan salah satu unit alat berat yang menggunakan hybrid technology sehingga optimal digunakan untuk berbagai sektor, seperti konstruksi, pertambangan batu bara, dan mineral seperti nikel, emas, timah, dan bauksit. MenggunakanĀ EngineĀ Common Rail SAA6D114E-5 dengan sistem EGR (Exhaust Gas Recirculation) dan penggunaan boost pressure sensor pada intake manifold serta tambahan komponen generator, kapasitor, dan motor listrik membuat teknologi hibrid tersebut sangat membantu proses bongkar muat menjadi lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan dengan cara mengurangi emisi CO2 di tengah proses pengoperasiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab utama dari sering terjadinya kerusakan boost pressure sensor pada unit tersebut. Metode penelitian yang digunakan yakni menggunakan metode 8 step troubleshooting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data dan dokumentasi hasil pemeriksaan yang telah di kumpulkan, di dapatkan penyebab permasalahan ini terletak pada poor durability dari boost pressure sensor akibat dari sistem intake manifold yang terhubung dengan sistem EGR. Panas dan jelaga dari sistem EGR merambat menuju sistem intake manifold sehingga material dari boost pressure sensor mengalami cacat/melepuh akibat terkena panas secara terus menerus serta ujung sensor tertutup oleh jelaga menyebabkan blacksmoke pada muffler dan munculnya failure code (CA122) charge air pressure sensor high error pada monitor panel unit. Upaya perbaikan yang di lakukan adalah dengan mengganti part tersebut dan juga melakukan perawatan secara berkala pada sistem intake manifold dan EGR guna meminimalisir komponen-komponen lain yang terhubung dengan sistem tersebut ikut mengalami kerusakan.
Copyrights © 2025