Dinamika pendidikan di era digital telah menciptakan peluang dalam menghadirkan ruang belajar inklusif dalam mendukung keragaman. Ruang belajar inklusif tidak hanya berarti memberikan akses yang setara, tetapi berupaya menciptakan lingkungan yang menyambut dan memberdayakan setiap peserta didik. Masalah yang terjadi adalah kurangnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, keterbatasan pelatihan bagi guru (penyuluh), minimnya sarana dan prasarana sekolah (sapra), serta dukungan kebijakan dari pihak sekolah. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat adalah menghasilkan suatu rekomendasi. Metode yang digunakan dengan peningkatan kompetensi berbasis inovasi dan kreativitas teknologi terdiri dari memberikan materi pendidikan dasar inklusif, penyebaran kuesioner, dan rekomendasi program kerja. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa guru telah mampu mengetahui dan memahami dalam penciptaan ruang belajar inklusif secara efektif melalui inovasi dan kreativitas teknologi.
Copyrights © 2025