Di Indonesia, lebih dari sepertiga penduduk atau sekitar 36,9% pernah melukai diri sendiri berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh YouGov Omnibus. Perilaku melukai diri sendiri merupakan bentuk dari penyaluran emosi yang dilakukan secara negatif. Penyaluran emosi yang negatif ini menjadi bentuk mekanisme coping yang digunakan individu untuk mengatasi rasa sakit secara emosional. Ketidakmampuan dalam mengatur dan mengomunikasikan emosi dengan cara yang adaptif ini disebut dengan alexithymia. Salah satu bentuk intervensi untuk menurunkan tingkat alexithymia adalah DBT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektivan Dialectical Behavior Therapy (DBT) dalam menurunkan alexithymia. Metode peneltian ini menggunakan quasi experiment dengan desain penelitian yaitu one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 6 orang. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat alexithymia adalah TAS-20 yang dikembangkan oleh Taylor & Bagby. Intervensi DBT dilakukan secara individual dan sebanyak 7 sesi setiap minggu. Hasil penelitian didapatkan bahwa Dialectical Behavior Therapy (DBT) efektif menurunkan tingkat alexithymia sehingga membuat perilaku non-suicidal self-injury (NSSI) berkurang, dengan nilai N-Gain sebesar -83,68%. Aspek yang paling berpengaruh setelah pemberian DBT adalah aspek difficulties describing feelings (DDF) dengan perubahan sebesar 49%. Hasil penelitian ini menunjukkan intervensi DBT efektif dalam menurunkan tingkat alexithymia.
Copyrights © 2025