Kasus pembunuhan Vina dan Risky di Cirebon kembali mencuat setelah penetapan Pegi Setiawan sebagai tersangka, menimbulkan kontroversi terkait keabsahan alat bukti dan prosedur penyidikan. Penelitian ini menganalisis proses penyidikan dari perspektif forensic science, menunjukkan bahwa penerapan metode ilmiah, seperti analisis DNA dan rekonstruksi kejadian, berperan penting dalam memastikan kepastian hukum dan keadilan. Meskipun demikian, implementasinya menghadapi tantangan struktural dan kultural, termasuk ketidakkonsistenan regulasi, keterbatasan kompetensi penegak hukum, dan tekanan budaya untuk penyelesaian cepat. Disarankan agar penyidik Polri meningkatkan keterampilan dalam forensic science dan teknologi digital, serta memperkuat infrastruktur forensik. Transparansi proses hukum juga perlu ditingkatkan melalui komunikasi publik yang faktual untuk mengurangi spekulasi dan menjaga profesionalisme penyidikan.
Copyrights © 2025