Latar belakang: Penyakit skabies banyak ditemukan di area padat penduduk seperti pesantren dan panti asuhan. Disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, penyakit ini telah ditetapkan sebagai NTDs (negtlected tropical diseases) pada tahun 2017. Studi ini dilakukan untuk menambah data baru prevalensi skabies dan sebagai bahan edukasi bagi masyarakat berisiko. Metode: Studi ini berbentuk studi deskriptif cross-sectional. Data diambil secara total sampling di satu Pesantren Modern tingkat SMP di Cianjur pada rentang juli-agustus 2024. Data yang didapatkan berupa data primer melalui anamnesa, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang laboratorium dari kerokan kulit dengan mikroskop untuk mendukung diagnosis skabies. Data yang telah dikumpulkan dan dianalisis univariat. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi skabies didapatkan sebesar 1.8% kejadian skabies dari populasi santri sebanyak 278 orang. Kesimpulan: hasill studi ini menunjukkan kasus skabies tidak tinggi. Kemungkinan pengetahuan santri dan guru sudah cukup baik atau penanganan yang terjangkit cukup baik di Pesantren ini.
Copyrights © 2025