Pengelolaan sampah di institusi pendidikan berperan penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan generasi muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi rendahnya kesadaran pemilahan sampah di SMP Negeri 7 Magelang, di mana sebagian besar siswa belum memahami perbedaan sampah organik dan anorganik serta terbatasnya fasilitas pemilahan. Program ini menggunakan pendekatan Community Development melalui tahapan survei kondisi awal, penyediaan tempat sampah berkode warna (hijau untuk organik, kuning untuk anorganik), pembuatan media edukasi, sosialisasi, pembentukan tim pengelola, serta monitoring dan evaluasi deskriptif kualitatif. Hasil implementasi menunjukkan adanya perubahan positif dalam perilaku pemilahan warga sekolah. Observasi mingguan memperlihatkan peningkatan signifikan: pada minggu awal masih banyak kesalahan, namun pada minggu ke-7 sebagian besar siswa sudah memilah dengan benar. Wawancara dan Focus Group Discussion juga menegaskan peningkatan pemahaman mengenai manfaat pemilahan serta dukungan aktif guru dalam membimbing siswa. Evaluasi program menegaskan tercapainya indikator keberhasilan berupa peningkatan penggunaan fasilitas, pembentukan kebiasaan baru, serta inisiatif warga sekolah untuk menjaga keberlanjutan. Dampak kegiatan ini adalah terciptanya budaya peduli lingkungan di sekolah, berkurangnya volume sampah tercampur, munculnya kebijakan internal tentang pemilahan, serta dukungan terhadap visi SMP Negeri 7 Magelang sebagai sekolah ramah lingkungan.
Copyrights © 2025