Laweyan merupakan daerah yang memiliki akulturasi dari gaya bangunan Eropa dan Jawa yang menghasilkan gaya Indis. Rumah bergaya Indis dimiliki oleh para saudagar batik dan mereka memiliki pola permukiman yang berbeda dari daerah lain di lingkup Surakarta. Penelitian ini membahas mengenai arsitektur bangunan bergaya Indis dan pola permukiman masyarakat Kampung Batik Laweyan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kampung Batik Laweyan, terciptanya Pola Permukiman Masyarakat kampung batik laweyan, terbentuknya Arsitektur bangunan bergaya Indis di Kampung Batik Laweyan. Dalam penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai informasi tambahan kepada pembaca mengenai Arsitektur indis pada bangunan di Kampung Batik Laweyan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan data diperoleh melalui tahap observasi, wawancara, dan studi pustaka. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa saudagar batik menjadikan rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal tetapi juga untuk menunjang produksi batik. Gaya Indis diterapkan dalam arsitektur bangunan tidak lepas dari pengaruh Eropa yang sudah maju dalam bidang arsitektur, dan dengan dengan kekayaan yang mereka miliki sehingga mampu membangun rumah dengan gaya Indis dan sebagai upaya menunjukkan status sosial mereka dalam masyarakat. Dari letak geografisnya, masyarakat Laweyan memiliki pola permukiman yang berbeda dari daerah lain yaitu berbentuk papan catur atau grid didasari pada bangunan yang berbentuk persegi serta jalan yang memanjang dan lurus. Pola permukiman grid ini menjadikan kawasan Laweyan seakan tertutup dengan dunia luar.
Copyrights © 2024