Limbah tahu sering menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti bau tidak sedap, pencemaran air dan tanah, gangguan kesehatan, serta berkurangnya estetika wilayah. Salah satu jenis limbahnya, ampas tahu, sebenarnya memiliki kandungan gizi tinggi sehingga berpotensi diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai ekonomis seperti kerupuk, keripik, flake, atau snack bar. Artikel ini bertujuan menggali pengetahuan masyarakat tentang limbah ampas tahu sekaligus mengenalkan potensi pengembangannya menjadi produk inovasi pangan. Melalui program pengabdian ini, masyarakat mendapatkan pelatihan teknik pengolahan ampas tahu serta strategi pemasaran yang efektif. Metode kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan pembuatan produk pangan kekinian, dan pendampingan berkelanjutan pada proses produksi dan distribusi produk. Hasil program menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat; pengetahuan tentang ampas tahu mendapat skor 4,18, sedangkan kemampuan pemasaran mencapai 4,63. Program ini membantu mengurangi limbah industri tahu yang mencemari lingkungan, menghasilkan produk pangan baru berbasis bahan lokal, dan membuka peluang usaha masyarakat. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan keterampilan pemasaran digital serta merangsang lahirnya rencana pengembangan usaha pascapelatihan. Untuk menjaga keberlanjutan program, disarankan pembentukan kelompok usaha bersama atau koperasi serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar pengolahan ampas tahu terus berkembang menjadi usaha yang berdaya saing tinggi.
Copyrights © 2025