Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Vol 10, No 2 (2010)

Pengaruh Penambahan Pati Garut (Maranta arundinecea L) pada Alginat terhadap Stabilitas Dimensi Hasil Cetakan

Anita, Lelly Yustri ( Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)
Agustiono, Purwanto ( 2Departemen Dental Biomaterial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajah Mada)



Article Info

Publish Date
29 May 2016

Abstract

The number of dentist year after year will always increase. It will equal with the using of alginate. Polysaccharides in arrowroot starch have a similar characteristic with sodium alginate. Therefore, it is the reason that both of the material could be mixed. The characteristic of amylose and amylopectin of arrowroot starch could tight the water, so the dimensions of impression will stabile from shrinkage. This study is to find the outcome of arrowroot starch influence dimension stability of alginate impression. This study using 60 sample that divided into 4 groups (100% alginate as control, alginate add by 45%, 50%, and 55% of arrowroot starch). Samples and control were manipulated with 17.5ml of aquadest. After it was set, it was measured by electric sliding calipers 0,001mm for 0, 30, and 60 minute covered by wet cotton after incubated 25oC and humidity is 96%. It can be concluded that arrowroot starch influence the diameter stability (p=0,000), but not for its height (p=0,251). Alginate: arrowroot starch = 50%: 50% is the group which has the best dimensional stability (diameter), because they have no much either shrinkage or imbibitions (p=0,000).Jumlah dokter gigi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut akan sebanding dengan penggunaan alginat. Polisakarda pada pati garut memiliki karakteristik yang sama dengan sodium alginat, hal tersebut menandakan bahwa kedua bahan tersebut dapat dicampur. Karakteristik amilosa dan amilopektin dalam pati garut dapat mengikat air sehingga dimensi hasil cetakan dapat stabil dari pengkerutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pati garut pada alginat terhadap dimensi hasil cetakan alginat. Penelitian ini mengunakan 60 sampel yang dibagi menjadi 4 kelompok (alginat 100% sebagai kontrol, kelompok perlakuan, yaitu alginat yang ditambahkan pati garut sebesar 45%, 50%, dan 55%). Sampel dan kontrol dimanipulasi dengan 17,5 ml akuades. Setelah sampel mengalami setting, hasil cetakan diukur dengan menggunakan sliding caliper elektrik dengan ketelitian 0,01mm pada menit ke 0, 30, dan 60 yang ditutup dengan kapas basah dan dimasukkan ke dalam inkubator Memmert 25oC dan kelembaban 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pati garut berpengaruh terhadap stabilitas diameter hasil cetakan (p=0,000), akan tetapi tidak berpengaruh terhadap stabilitas tinggi hasil cetakan (p=0,251). Kelompok sampel dengan penambahan pati garut sebesar 50% merupakan kelompok yang memiliki stabilitas dimensi yang paling baik karena tidak banyak terjadi perubahan dimensi, baik karena pengkerutan maupun imbibisi (p=0,000).

Copyrights © 2010






Journal Info

Abbrev

mm

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in ...