Pengelasan gesek merupakan proses penyambungan logam tanpa pencair (solid state process), yang mana proses pengelasan terjadi sebagai akibat penggabungan antara laju putaran salah satu benda kerja dengan gaya tekan yang dilakukan oleh benda kerja yang berputar. Gesekan yang diakibatkan oleh pertemuan kedua benda kerja tersebut akan menghasilkan panas yang dapat melumerkan kedua ujung benda kerja yang bergesekan sehingga mampu melumerkan dan akhirnya terjadi proses penyambungan.Pada penelitian ini dilakukan Countinous Drive Friction Welding (CDFW) terhadap material logam AISI 304. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh double chamfer terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro pada sambungan las gesek AISI 304. Variasi sudut chamfer yang digunakan adalah 15°, 30°, dan 45°.Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa pemberian sudut chamfer dapat mempengaruhi hasil kekuatan tarik. Nilai kekuatan tarik tertinggi didapat pada variasi sudut chamfer 30° yaitu sebesar 454,9Mpa. Sedangkan nilai kekuatan tarik terendah didapat pada variasi sudut chamfer 45° yaitu sebesar 193.5 Mpa. Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan bahwa sudut chamfer berpengaruh pada perubahan struktur mikro. Pada semua variasi sudut chamfer, struktur mikro daerah las memiliki fasa perlit dan ferlit berbutir kecil, daerah HAZ berfasa perlit dan ferlit berbutir lebih besar dan halus. Didapat juga pada semua variasi terdapat porositas. Porositas terbesar terdapat pada sudut chamfer 45°.
Copyrights © 2023