Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan tingkat stres kerja di kalangan perawat di ruang operasi Rumah Sakit X di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel terdiri dari 58 perawat pelaksana yang dipilih melalui total sampling. Instrumen yang digunakan mencakup data demografi (usia, jenis kelamin, dan masa kerja), kuesioner ENSS yang terdiri dari 9 subskala, kuesioner CPAT yang terdiri dari 8 subskala, dan catatan kinerja perawat ruang operasi termasuk durasi operasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin dan tingkat stres dengan nilai p-value = 0,009 (p < 0,05). Terdapat juga hubungan antara usia dan tingkat stres dengan nilai p-value = 0,042 (p < 0,05), serta antara masa kerja dan tingkat stres dengan nilai p-value = 0,048 (p < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan antara durasi kerja dan tingkat stres dengan nilai p-value = 0,0038 (p < 0,05), dan antara tingkat teamwork dengan tingkat stres dengan nilai p-value = 0,037 (p < 0,05). Sebagai kesimpulan, penelitian ini menemukan adanya hubungan antara usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi kerja, dan tingkat teamwork dengan tingkat stres pada perawat ruang operasi di Rumah Sakit X di Jakarta. Perawat disarankan untuk lebih memahami diri mereka sendiri agar dapat mengelola stres dengan cara yang positif, seperti merasa puas saat berhasil menangani kasus yang sulit sehingga meningkatkan kesejahteraan mental mereka.
Copyrights © 2024