Masa remaja dikategorikan sebagai masa rentan terhadap masalah gizi sehingga berisiko terhadap kesehatan. Salah satu masalah gizi pada remaja adalah gizi lebih yang terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dengan keluaran energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dan pola konsumsi minuman manis dalam kemasan dengan status gizi pada kelompok remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasi penelitian ini adalah remaja kelas X dan XI SMA Negeri 5 Yogyakarta Tahun Ajaran 2023/2024 dengan jumlah sampel sebanyak 40 remaja. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Data diperoleh melalui pengukuran antropometri, wawancara, dan pengisian kuesioner, kemudian dilakukan uji chi-square untuk memperoleh korelasi hubungan antar variabel. Terdapat hubungan antara asupan protein (p value 0,009 < 0,05) dan asupan lemak (p value 0,028 < 0,05) dengan status gizi lebih pada remaja. Namun, tidak terdapat hubungan antara asupan energi (p value 0,517 > 0,05) dan asupan karbohidrat (p value 0,598 > 0,05) dengan status gizi lebih pada remaja di SMAN 5 Yogyakarta. Pada masa remaja rentan mengalami perubahan konsumsi makan yang berdampak pada status gizi seseorang. Pada kedua kelompok remaja memiliki asupan energi dan karbohidrat yang cukup. Namun, pada remaja dengan kelompok berat badan lebih cenderung memiliki asupan protein dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan remaja dengan kelompok berat badan normal. Oleh karena itu, untuk mempertahankan status gizi baik perlu mempertimbangkan faktor lain seperti aktivitas fisik selain mengontrol konsumsi harian asupan zat gizi makro sesuai dengan anjuran.
Copyrights © 2024