Pertumbuhan dan perkembangan umumnya terjadi pada masa kejayaan, karena pada masa ini pertumbuhan akan terjadi dengan cepat untuk menentukan jangka waktu berikutnya Stunting merupakan suatu keadaan malnutrisi bersifat kronik yang dapat menimbulkan gangguan perkembangan fisik, penurunan kognitif serta penurunan motorik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan didesa jekani, untuk mengetahui karakteristik responden (jenis kelamin, pendidikan,pekerjaan) untuk mengetahui ada tidaknya hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting. Metode: menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik, dengan desain pendekatan cross sectional.Hasil: faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting mekanisme koping pada ibu mayoritas baik dan status sosial pada keluarga masih rendah.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara mekanisme koping dengan kejadian stunting dengan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,062 maka Ho ditolak karena p vaule 0,062 > 0,05. Sedangkan Terdapat hubungan bermakna antara status ekonomi terhadap kejadian stunting dengan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,006 maka Ha diterima karena p vaule 0,006 <0,05.
Copyrights © 2024