Masalah gizi lebih pada remaja telah menjadi perhatian global karena prevalensinya yang terus meningkat dan dampak negatifnya terhadap kesehatan. Gizi lebih merupakan masalah gizi yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan asupan energi dengan pengeluaran energi. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi lebih. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan gizi lebih pada remaja adalah kurang aktivitas fisik dan kebiasaan melewatkan sarapan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan aktivitas fisik dan kebiasaan sarapan dengan status gizi lebih pada remaja di SMA Negeri 5 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024. Jumlah sampel penelitian sebesar 90 responden yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data penelitian meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan, kuesioner karakteristik individu, kuesioner IPAQ, kuesioner kebiasaan sarapan, dan food recall 2x24 jam. Analisis data penelitian dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki aktivitas fisik sedang (52,2%), kebiasaan sarapan kurang baik (61,1%), dan status gizi lebih (37,8%). Selain itu, didapatkan hubungan antara aktivitas fisik (p=0,001) dan kebiasaan sarapan (p=0,001) dengan status gizi lebih. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dan kebiasaan sarapan dapat mempengaruhi status gizi lebih pada remaja.
Copyrights © 2024