Masalah stunting menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia, khususnya di Desa Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Dengan angka kejadian stunting tertinggi di kecamatan, upaya preventif dan edukatif sangat diperlukan untuk menanggulangi kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program sosialisasi pencegahan stunting yang dilakukan melalui edukasi kepada remaja, ibu hamil, kader posyandu, serta demo masak MPASI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, sosialisasi, dan demonstrasi masak MPASI berbahan dasar lokal yang ekonomis dan bergizi. Sasaran kegiatan ini meliputi ibu balita stunting, ibu hamil, serta remaja putri yang berpotensi mengalami anemia. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait pentingnya gizi seimbang, khususnya dalam 1000 hari pertama kehidupan anak, serta hubungan antara anemia pada remaja putri dengan potensi stunting. Demo masak berhasil memperkenalkan dua inovasi menu MPASI yang bergizi tinggi dan mudah diterapkan di rumah. Selain itu, program edukasi tablet tambah darah bagi remaja putri berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan anemia sebagai langkah awal mencegah stunting. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi holistik melalui sosialisasi dan demo masak efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Implementasi program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Desa Gambiran dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.
Copyrights © 2024