Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya konsumsi rokok dan tingkat konsumsi protein. Tingginya angka prevelensi gizi kurang menurut data SKI (2023) pada kelompok usia 19 tahun mencapai 21,6%, usia 20-24 tahun 15,3%, dan usia 25-29 tahun 8,2% dimana prevelensi gizi kurang pada pada laki-laki sebesar 9,2% dan pengonsumsi rokok pada tahun 2022 yang mencapai sekitar 69,1 juta jiwa, yang mana perokok laki-laki 5,8 kali lebih banyak dibanding perokok perempuan serta prevalensi merokok pada mahasiswa Indonesia yang mencapai 24,3% pada tahun 2021 menjadi perhatian untuk diteliti keterkaitannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat konsumsi protein dengan IMT perokok. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian case control. Besar sampel dalam penelitian ini sebesar 32 orang dengan perbandingan 16 orang kelompok kasus dan 16 orang kelompok kontrol. Sampel didapatkan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri berat badan dan tinggi badan, pengisian kuesioner, dan recall 2x24h. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik metode Chi-square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat konsumsi protein (p=0,001) dengan IMT mahasiswa laki-laki Universitas Airlangga. Kesimpulannya, yaitu tingkat konsumsi protein memiliki hubungan yang signifikan dengan IMT mahasiswa laki-laki Universitas Airlangga.
Copyrights © 2024