Pemberian makanan pada anak usia 6-24 bulan memerlukan perhatian khusus, termasuk dalam hal pemberian makanan pendamping seperti MP-ASI. Peran ibu sangat krusial dalam membentuk perilaku makan anak melalui responsive feeding, yaitu pendekatan pemberian makan secara aktif dan responsif. Responsive feeding diketahui memiliki dampak positif terhadap kualitas dan kuantitas asupan makanan serta status gizi anak. Meskipun manfaatnya signifikan, pengetahuan, sikap, dan praktik responsive feeding di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi responsive feeding terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kalirungkut, Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment. Sampel penelitian terdiri dari 50 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian berlangsung selama satu bulan, dan data dikumpulkan melalui kuesioner serta menggunakan booklet responsive feeding dan leaflet PMBA sebagai instrumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pengetahuan responsive feeding antara sebelum dan sesudah edukasi, baik pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi responsive feeding efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait pemberian makan secara aktif dan responsif.
Copyrights © 2024