World Health Organization (2014) angka kejadian stunting sebanyak 162 juta terjadi pada anak dibawah umur 5 tahun dan diproyeksikan sekitar 127 juta anak di bawah umur 5 tahun akan terhambat di tahun 2025. Riskesdas juga menunjukkan bahwa masih terdapat masalah gizi lain yang terkait erat dengan stunting yakni ibu anemia ibu hamil (48,9%), BBLR (6,2%), balita kurus atau wasting (10,2%) dan anemia balita. Penelitian yang dilakukan Devi Savitri (2020) tentang Pendidikan gizi seimbang untuk mencegah stunting dengan menggunakan media video dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dalam pencegahan stunting. Tujuan penelitian ini untuk memberikan Pendidikan Kesehatan pada Keluarga tentang Stunting dalam pemenuhan Gizi pada balita di Puskesmas Medan Deli. Penelitian ini merupakan deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Studi kasus pada penelitian ini menerapkan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi implementasi dan evaluasi tindakan keperawatan. Instrumen Penelitian yaitu kuesioner diambil dari penelitian sebelumnya oleh Mutia Iffatul (2022). Hasil penelitian ini dengan dilakukannya proses keperawatan pada kedua kasus keluarga Tn. K dan keluarga Tn. M pendidikan kesehatan menggunakan media promosi kesehatan leafleat tentamh stunting selama empat hari durasi 40 menit pada tiap keluarga dapat meningkatkan pengetahuan pasien. Hal ini dapat dilihat keluarga mampu menjelaskan tentang stunting di keluarga. Kesimpulan penelitian ini yaitu pengetahuan merupakan faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan promosi kesehatan masyarakat di Puskesmas Medan Deli.
Copyrights © 2024