Miopia merupakan kondisi gangguan penglihatan berupa gangguan refraksi, dimana saat melihat objek dekat individu dapat melihat dengan jelas, tetapi saat melihat objek jauh tampak kabur. Di Indonesia prevalensi miopia mencapai 25% pada orang dewasa dan 10-12% pada anak-anak. Miopia di Indonesia merupakan salah satu penyakit yang urgensinya masih belum begitu diperhatikan. Jika ditelaah lebih lanjut, berbagai faktor risiko yang berhubungan dengan gaya hidup mengambil andil lebih besar dalam mencetak kasus miopia di Indonesia. Miopia terjadi karena adanya faktor risiko berupa status gizi dan aktivitas melihat jarak dekat. Miopia jika tidak segera diberi penanganan medis dapat berdampak buruk dan berkembang menjadi komplikasi penyakit mata yang semakin membahayakan bagi penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas melihat jarak dekat dan status gizi dengan kejadian miopia pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Besar sampel penelitian 70 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan wawancara. Uji chi square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Pada penelitian ini, didapatkan prevalensi kejadian miopia di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga sebesar 51,4 %. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara aktivitas melihat jarak dekat (p-value = 0,009 < 0,005) dengan miopia. Namun, tidak terdapat hubungan antara status gizi (p-value = 0,247 > 0,005) dengan kejadian miopia pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.
Copyrights © 2024