Penggunaan narkoba pada remaja secara global merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama dan berkembang pesat di Indonesia. Hal ini telah dikaitkan dengan berbagai dampak buruk jangka panjang. Namun, belum ada penelitian sebelumnya yang secara memadai mendokumentasikan faktor-faktor risiko yang terkait dengan perilaku penggunaan narkoba pada remaja di banyak kelompok remaja di wilayah perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko penggunaan narkoba pada remaja di kalangan remaja perkotaan Indonesia. Sampel dari survei Program Survei Kinerja dan Akuntabilitas (SKAP) KKBPK tahun 2019. Sebanyak 7.279 dataset remaja perkotaan berusia 10 – 24 tahun dimasukkan dalam analisis utama. Regresi logistik berganda dengan kesalahan standar yang kuat diterapkan untuk menilai bagaimana faktor risiko terkait dengan penggunaan narkoba pada remaja. Prevalensi gangguan penggunaan narkoba pada remaja di perkotaan adalah 4,68% (95% CI 4,31 – 5,29) dan secara signifikan lebih besar pada laki-laki (6,94%). Model multivariabel menunjukkan bahwa penggunaan narkoba pada remaja berhubungan dengan usia yang lebih tua, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan fungsi keluarga berhubungan secara signifikan dengan penggunaan narkoba pada remaja. Untuk mencegah penggunaan narkoba pada remaja, pemerintah dan masyarakat harus merancang kolaborasi yang kuat untuk mengembangkan intervensi yang disesuaikan dengan usia di kalangan remaja di perkotaan. Partisipan keluarga diperlukan untuk mengendalikan perilaku remaja sebagai faktor risiko penggunaan narkoba pada remaja.
Copyrights © 2024