Terapi Elektro Konvulsif (ECT) adalah pengobatan somatik yang melibatkan pemberian arus listrik pada otak melalui elektroda yang dipasang di pelipis, dan telah terbukti efektif dalam mengobati pasien dengan depresi yang resisten terhadap pengobatan serta skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon fisiologis dan psikologis setelah penerapan ECT pada pasien skizofrenia dengan masalah utama halusinasi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif naratif. Sampel penelitian terdiri dari 20 pasien yang didiagnosis skizofrenia dengan halusinasi sebagai masalah utama, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan dua instrumen utama, yaitu data demografis dan semi-structured open-ended questions, melalui wawancara langsung dan tinjauan dokumen medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon fisiologis yang paling umum adalah sakit kepala (65%), sementara sebagian kecil responden mengalami mual (30%) dan muntah (10%). Dari sisi psikologis, 12 responden (60%) mengalami rasa takut dan cemas setelah terapi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa respon fisiologis pada pasien pasca ECT bervariasi, dengan mayoritas pasien mengalami sakit kepala. Sedangkan respon psikologis, meskipun lebih banyak pasien yang merasa takut dan cemas, tidak semua pasien menunjukkan reaksi yang sama. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa semua responden memiliki respon fisiologis yang berbeda dan tidak semua responden yang mengalami respon psikologis takut dan cemas.
Copyrights © 2024