Tidur adalah suatu proses fisiologis yang sangat penting bagi manusia, karena pada saat tidur terjadi proses pemulihan dan perbaikan sel-sel tubuh yang rusak akibat aktivitas sehari-hari. Insomnia umumnya didefinisikan sebagai ketidakpuasan dengan tidur baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Biasanya berhubungan kesulitan tidur, kesulitan mempertahankan tidur, karakteristik sering terbangun atau tidak bisa tidur kembali setelah bangun tidur dan lebih sering terbangun dimulai dengan ketidakmampuan untuk tertidur. Kecemasan merupakan salah satu fenomena psikiologis yang ditemui dimasyarakat. Mahasiswa Keperawatan adalah salah satu populasi yang memiliki kecenderungan mengalami kecemasan. Dikarenakan tuntutan akademik, ujian, sosial lingkungan perkuliahan dan ketidakmampuan dalam mengatasi tekanan psikologis, mental.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Total sampling yang berjumlah 568 orang. teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan melalui googel from serta uji statistik yang digunakan adalah uji gamma.Berdasarkan dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Gamma didapatkan p-value 0,004 < 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat hubungan antara kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa S1 keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, dengan nilai korelasi sebesar 0,170 yang berarti bahwa ada hubungan keterikatan antara 2 variabel dengan korelasi positif dengan nilai kekuatan antara 2 variabel yaitu sangat lemah.sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.
Copyrights © 2024