Penelitian ini mengkaji pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan remaja mengenai seks bebas di SMA 10 Seram Bagian Barat. Survei yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kemenkes pada Oktober 2013 menunjukkan bahwa perilaku seks bebas di kalangan remaja Indonesia cukup mengkhawatirkan, dengan 63% remaja pernah melakukan hubungan seksual di luar pernikahan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimen, khususnya desain One Group Pre-test Post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA 10 Kamarian, dengan total 84 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan promosi kesehatan, tingkat pengetahuan siswa meningkat. Sebanyak 31% siswa memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan 31% lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan siswa mengenai seks bebas diuji menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil Asymp.Sig < 0,05. Nilai Sig sebesar 0,00 menunjukkan bahwa hipotesis diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan promosi kesehatan terhadap pengetahuan remaja mengenai seks bebas di SMA 10 Desa Kamarian.
Copyrights © 2024