Infection incidental rate which is caused by episiotomy is still high. Based on preface study, the high level of infection is caused by lack of treatment. Lack of treatment is further triggered by lack of knowledge about episiotomy care. One of interventions which can be done is by giving health education on perineum care. This is an experimental research with the static group comparison design. The design uses 30 respondents of post partum client at BKIA Aisyiyah, Karangkajen, DIY, analyzed by Chi-Square statistical analytic. The result of this research shows that episiotomy wound healing is not influenced by providing health education on perineum care, with the value of significant level: 0.05. This study concludes that giving health education on perineum care does not give significant influence on episiotomy wound care.Angka kejadian infeksi akibat tindakan episiotomi masih tinggi. Berdasarkan studi pendahuluan, angka infeksi masih tinggi dikarenakan kurangnya perawatan. Kurangnya perawatan dimungkinkan karena kurangnya pengetahuan tentang cara merawat luka episiotomi. Salah satu intervensi yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan tentang perawatan perineum. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain perbandingan kelompok statis. Penelitian ini menggunakan 30 responden klien post partum di BKIA Aisyiyah, Karangkajen, DIY, dianalisis dengan menggunakan Chi-Square. Secara deskriptif hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tentang perawatan perineum tidak berpengaruh terhadap kesembuhan luka episiotomi, dengan tingkat signifikansi 0,05.
Copyrights © 2007