Tuberkulosis (TB) ialah infeksi menular yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang umumnya menyerang paru-paru serta bisa memengaruhi organ lain. Meskipun pengobatan dengan antibiotik telah tersedia, tantangan seperti resistensi obat dan kurangnya akses terhadap layanan kesehatan masih menghambat upaya pengendalian TB. TBC sangat terpengaruh dalam lingkungan maka melakukan skrining kesetiap daerah untuk mengetahui banyak atau tidaknya warga yang terkena penyakit TBC. Dimana di Puskesmas Cisarua terdapat beberapa daerah yang terkena penyakit TBC. Penyakit TBC juga bisa di menjadi tolak ukur seberapa baik tingkat pelayanan kesehatan di suatu daerah dikarenakan TBC juga masuk kedalam program pemerintah. Merujuk pada fenomena yang ada, penulis terdorong dalam melangsungkan clustering terhadap data penyakit TBC di Puskesmas Cisarua. Adapun metode yang digunakan untuk mengelompokkan data tersebut yakni algoritma k-means. Merujuk pada temuan uji, didapatkan bahwa nilai k yang optimal ialah k=3. Dengan demikian untuk pengelompokkan dataset yang di gunakan menjadi 3 kelompok cluster, dimana cluster_0 sejumlah 245 data, cluster_1 sejumlah 397 data dan cluster_2 sejumlah 250 data. Dimana pada cluster 1 di dominasi oleh RW 11 dengan dengan dominasi penyakit di dominasi oleh penyakit TBC dan banyak di derita oleh pasien berjenis kelamin laki-laki, penyebaran berdasarkan umur di dominasi oleh kategori dewasa (19-59). Sedangkan pada cluster_0 banyak pasien yang terobati untuk penyakit tuberkulosis data didominasi oleh RW 14 banyak menyerang pasien berjenis kelamin Perempuan dan laki-laki. Sedangkan untuk penyebaran berdasarkan kategori umur didominasi oleh kategori dewasa. Algoritman k-means mendapatkan nilai davies bouldin sebesar -0.906. Temuan studi ini diproyeksikan mampu dijadikan sumber acuan bagi Puskesmas Cisarua untuk mengimplementasikan promosi kesehatan di wilayahnya tersebut.
Copyrights © 2025