Tindakan tidak aman (unsafe action) merupakan tindakan seseorang dengan cara yang berbeda dari pratik aman yang telah ditetapkan, sehingga menimbulkan bahaya bagi diri mereka sendiri, orang lain, ataupun peralatan. Kecelakaan kerja terjadi akibat dari pekerja yang melakukan aktifitas yang dapat membahayakan diri mereka sendri ataupun oranglain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action). Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 107 pekerja. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (alpha= 0.05). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan secara signifikat antara pengetahuan dengan nilai p-value yaitu 0,000, sikap dengan nilai p-value 0,001, kelelahan dengan nilai p-value yaitu 0,026 dan pelatihan K3 dengan nilai p-value 0,011 sedangkan tidak ada hubungan antara pengawasan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) dengan nilai p-value tidak bisa di hitung karena variabel berkategori konstan atau 100% berkategori baik. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap kelelelahan dan tidak terdapat hubungan antara pengawasan dengan tindakan tidak aman (unsafe action). dari hasil penelitian perusahaan diharapkan untuk mengikuti pekerja harus lebih mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan bersedia menerima konsekuensi bila tidak melaksankan atau melanggar dan dapat merawat alat pelindung diri yang disediakan agar terhindar dari kecelakaan kerja yang dapat terjadi di lingkungan kerja.
Copyrights © 2023