Indonesia merupakan wilayah yang rentan mengalami bencana seperti gempa dan banjir, yang mana gempa menghasilkan limbah beton akibat keruntuhan konstrusi. Daur ulang limbah beton meningkat sebagai respons terhadap peningkatan kesadaran lingkungan dan pertimbangan ekonomi. Substitusi agregat kasar merupakan sesuatu yang dapat menggantikan suatu benda utama dengan tidak mengubah fungsi dan kegunaan utamanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah Kadar Aspal Optimum (KAO) pada campuran aspal berongga ATB menggunakan agregat alam dan untuk menganalisis variasi jumlah tumbukan pada campuran aspal berongga ATB menggunakan substitusi agregat kasar limbah beton 90% terhadap nilai stabilitas dan terhadap nilai ketahanan. Penelitian ini menggunakan spesifikasi Bina Marga 2018 untuk Campuran Asphalt Treated Base (ATB) Bina Marga. Setelah didapatkan hasil perhitungan pendekatan kadar aspal (Pb) maka akan dilakukan pengujian Marshall sehingga didapatkan nilai KAO sebesar 6%. Tahap selanjutanya dilakukan pengujian Marshall dan Cantabro yang menggunakan substitusi agregat kasar limbah beton 90% dengan variasi jumlah tumbukan 1x70, 1x80 dan 1x90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1x75 merupakan jumlah tumbukan terbaik karena memenuhi semua spesifikasi parameter nilai Marshall dengan nilai stabilitas tertinggi yaitu 889,00 Kg, dengan nilai kehilangan paling kecil yaitu 1,71% berdasarkan uji Cantabro. Jadi diketahui bahwa kestabilan dan ketahanan limbah beton menurun seiring penambahan jumlah tumbukan.
Copyrights © 2022