Salah satu tantangan petani dalam memproses beras setelah panen adalah proses pengeringan gabah. Pengeringan tradisional di bawah sinar matahari bisa menjadi masalah. Terutama selama musim hujan, ini dapat menyebabkan risiko serangan serangga dan jamur. Pengering serial otomatis dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses overhead yang lebih besar. Tujuannya adalah untuk meminimalkan kerugian yang disebabkan oleh cuaca yang tidak pasti dan mengurangi ketergantungan pada metode pengeringan tradisional yang memakan waktu lama. Dalam pembuatan alat ini, ESP32 digunakan sebagai kontrol utama untuk mengelola dan memantau suhu, dan berat selama proses pengeringan, sehingga memastikan setiap parameter berada dalam batas yang diperlukan. Gabah akan dianggap kering jika berat gabah basah berkurang sekitar 20%. Dengan menggunakan aktuator heater, blower, dan exhaust fan untuk mengontrol suhu pada ruang pengering agar tetap pada settingpoint 60°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai error dari uji sensor suhu dan berat rata-rata kurang dari 5% sehingga sensor dapat dikatakan bekerja dengan baik. Hasil pengujian sistem berjalan dengan baik dimana aktuator bekerja sesuai settingpoint pembacaan sensor. Sehingga dengan sistem yang bekerja sesuai dengan settingpoint didapatkan hasil gabah kering siap di giling dengan alat hanya membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Hal ini dapat mempercepat proses pengeringan gabah dibandingkan dengan pengeringan manual yang membutuhkan waktu 7 jam untuk cuaca panas, 14 jam saat cuaca mendung, dan 21 jam untuk kondisi cuaca hujan.
Copyrights © 2025