Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses afiksasi verba dalam bahasa Sunda dan bahasa Indonesia melalui pendekatan analisis kontrastif. Fokus kajian terletak pada identifikasi persamaan dan perbedaan afiksasi, baik secara struktural maupun fungsional, dengan sumber data berupa teks cerita anak berbahasa Sunda berjudul Ngala Jangkrik karya Holisoh M. E. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bahasa memiliki persamaan fungsi afiks, seperti prefiks di- yang membentuk verba pasif, namun berbeda dalam struktur morfologisnya. Temuan utama menunjukkan bahwa konfiks merupakan bentuk afiks yang paling dominan dan produktif dalam pembentukan verba. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pembelajaran bahasa bagi penutur bilingualisme sejak usia dini, khususnya dalam membantu pemahaman struktur morfologis bahasa Sunda dan bahasa Indonesia agar menghindari kekeliruan dalam penggunaan kedua bahasa.
Copyrights © 2025